Archive for the ‘Indonesia’ Category

DATARAN TINGGI DIENG

Kalau kita  jalan-jalan ke Jawa Tengah, tentu tidak lengkap bila kita tidak mampir ke Dataran Tinggi Dieng. Kawasan wisata ini terletak di ketinggian 2093 M di atas permukaan laut dan beriklim sejuk.  Dataran yang dikenal dengan sebutan “Taman bagi Para Dewa dan Bidadari” ini termasuk dalam wilayah  Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Apa yang istimewa dari Dataran Tinggi Dieng?   Kawasan yang memiliki keindahan alam pegunungan  ini merupakan kaldera yang luas, yang terdiri dari tiga kawah, yaitu kawah Sikidang, kawah Sileri dan kawah Candradimuka. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat beberapa peninggalan budaya berupa candi-candi purbakala, yang letaknya terpisah-pisah di antara kawasan kawah  tersebut. Konon wilayah ini dahulu dijadikan tempat pemujaan para dewa oleh masyarakat  Hindu, dengan mendirikan beberapa candi. Itulah sebabnya daerah ini disebut “Taman bagi Para Dewa dan Bidadari”

Kawah Sikidang

Di antara ketiga kawah di Dieng, kawah Sikidang merupakan kawah yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Kawah ini merupakan kawah vulkanik dengan luas 200 m persegi. Sampai sekarang, kawah ini masih aktif dan mengeluarkan uap panas dengan semburan air mendidih berwarna kelabu. Tetapi wisatawan tidak perlu khawatir, karena uap panas itu tidak berbahaya. Serunya lagi, karena kawah ini terletak di lokasi yang datar, kita dapat langsung mendekat dan melihat lumpur kawah tersebut. Menyaksikan dari dekat lumpur kawah yang bergelegak dan menyembur dengan aroma khas belerang gunung berapi, tentu saja menimbulkan sensasi sendiri. Pengalaman seru seperti ini tentu tidak mudah kita temukan di tempat lain.

Bila Anda tidak ingin mendekat ke kawah, karena tidak tahan bau belerang atau karena takut, tidak  perlu kecewa. Seluk-beluk terjadinya kawah ini dapat juga Anda peroleh dengan menyaksikan film tentang Dieng Plateu di sebuah studio yang didirikan oleh pemerintah setempat,  yang terletak tidak jauh dari lokasi kawah. Dengan menonton film tersebut, kita akan lebih mengerti tentang fenomena alam yang unik tersebut. Tentunya kita akan semakin mengagumi  kebesaran Tuhan.

Kompleks Candi

Setelah mengalami serunya melihat semburan lumpur belerang, kita dapat menenangkan diri dengan melihat-lihat beberapa candi peninggalan nenek moyang. Sampai sekarang situs candi masih terus ditemukan di daerah ini dan  dalam proses restorasi. Dari beberapa candi yang letaknya tidak berjauhan, ada sebuah kompleks candi yang cukup luas, yang disebut Candi Arjuna. Kita dapat  masuk ke kompleks candi ini  sehingga dapat menyaksikan bentuknya secara langsung.   Karena letaknya di lokasi yang cukup luas dan datar, di sekitar kompleks candi ini didirikan fasilitas berupa tempat makan dan minum, area parkir, serta kios-kios tempat berjualan cenderamata dan hasil pertanian penduduk setempat.

Serunya minum Purwaceng  dan menyantap Carica di Dieng

Ada satu ciri khas daerah ini yang harus dicoba bila berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng. Bila daerah dingin lainnya punya minuman penghangat badan, misalnya bandrek, bajigur, dan sebagainya, maka orang Dieng punya satu minuman khas yang tidak ditemui di daerah lain. Namanya  jamu “purwaceng”, yaitu ramuan minuman yang terbuat dari daun tanaman yang sudah dihaluskan dan dikeringkan. Aromanya memang sedikit menyerupai jamu.   Khasiat  purwaceng ini diyakini dapat menghangatkan badan dan meningkatkan vitalitas peminumnya. Sambil merasakan sejuknya udara Dieng, menyeruput purwaceng  tentu  menambah seru suasana.

Alam Dieng yang subur juga menghasilkan hasil bumi yang melimpah. Lereng-lereng pegunungan di daerah ini dipenuhi dengan ladang penduduk setempat. Serunya lagi, sepanjang jalan yang berliku-liku menuju ke puncak pegunungan, kita dapat melihat pipa-pipa yang berseliweran dari sungai di bawah sampai ke atas  hingga ratusan meter.  Di tengah alam yang hijau, pipa-pipa yang  jumlahnya juga mencapai ratusan ini juga tentu menjadi pemandangan unik. Daerah subur ini dikenal sebagai penghasil tembakau, aneka sayuran seperti kol dan kentang,  juga buah-buahan lokal. Salah satu buah yang menjadi ciri khas daerah ini adalah buah Carica. Buah yang menyerupai pepaya berukuran kecil ini sudah menjadi komoditi khas Dieng, terutama yang sudah dijadikan manisan dan dikemas dalam botol.

Dengan jalan-jalan ke Dieng banyak pengalaman seru yang akan kita alami.  Selain pemandangan alam yang menakjubkan, kita juga dapat menyaksikan  keunikan alam yang tidak dapat kita temui di tempat lain. Dengan menyaksikan kebesaranNya kita akan semakin mensyukuri hidup. Ayo kita cari terus jalan-jalan seru yang lain.